Masa Depan
Saat masih kecil dulu, aku senang sekali membayangkan diriku di masa depan, membayangkan melewati jalan yang belum pernah kulalui sebelumnya -jalan yang berbeda arah dengan arah berangkat ke SD- aku membayangkan hal itu akan sangat luar biasa hebat dan menyenangkan.
aku meyakini diriku di masa depan akan melewati semua jalan yang kulihat di dekat rumahku namun belum pernah aku lewati, membayangkan diriku yang sudah dewasa berjalan/berkunjung ke tempat tempat indah yang ada di kalender dinding tahun 2000-an, pasti akan sangat menyenangkan dan indah hidup di masa depan saat aku dewasa! batin diriku di masa kecil membayangkan berada di tempat tempat luar biasa. tentunya dengan perasaan yang kurasakan saat masih kanak-kanak.
untuk diriku dimasa lalu, aku punya beberapa kabar gembira aku berhasil mengunjungi beberapa tempat yang terlihat seperti di kalender dinding tahun 2000-an, aku melewati jalan yang tidak aku tempuh saat SD dulu, setelah lulus SD aku berhasil melewati jalan yang lain... namun aku tidak sepenuhnya menikmati saat melewati jalan dan tempat-tempat itu... bisakah kamu meminjamkan perasaanmu itu? -persaan yang aku miliki saat kecil dulu-
Kau tahu, awalnya berkunjung ke tempat yang berbeda terasa luar biasa dan menyenangkan. namun, ada saat-saat dimana aku ingin bermain kertas yang diremas -bukan bola- melemparnya ke langit-langit rumah dan memperebutkan kertas itu bersama teman-teman tertawa bersama tidak ada hadiah bagi yang memenangkan kertas, tidak ada strategi agar menang. ada saat-saat dimana aku merindukan langit sore hari di atas jalan besar yang hanya dilalui 1, 2 mobil tidak ada motor, suara mesin masih kalah bising dengan suara jangkrik dan burung di sore hari. beberapa pasang kaki kecil berlarian tanpa alas kaki mengejar 1 layangan putus. setiap orang bekerja sama dan lagi. berlari sambil tertawa.
kadang aku merasa menjadi dewasa seringkali terasa pahit. kebalikan dari masa kanak-kanak hal sederhana bisa membuat tertawa, saat dewasa hal sederhana bisa terasa menyakitkan.
tapi hey, bukankah aku katakan ada beberapa kabar gembira, ya tentu. sebetulnya dari apa yang ku ceritakan diatas hidup itu memang selalu memiliki dua sisi. sisi buruk dan sisi baik.. jika tidak terlalu buruk. kamu bisa memilih untuk mengingat dan merasakan bagian baiknya. untuk diriku di masa depan yang lebih masa depan dari saat ini. aku yakin dan sangat yakin dia akan mengingat hal baik dan menyenangkan saat mengingat diriku sekarang seperti diriku saat ini yang mengingat diriku di masa kecil dulu.
aku di masa depan yang lebih masa depan lagi akan berpesan kepada diriku saat ini. nikmatilah apa yang ada pada genggamanmu saat ini dengan perasaan saat kamu kecil dulu saat tahun 2000an yang memandang luar biasa pada gambar di kalender dinding rumah.
apa yang akan menjadi milikmu tidak akan pernah melewatkanmu, dan apa yang bukan milikmu tidak akan pernah menghampirimu. Allah tidak pernah meninggalkanmu dan tidak sedikitpun membencimu. saat kamu diberi ujian berupa kesenangan bukan berarti Allah memuliakanmu dan sebaliknya saat kamu diberi ujian berupa kesedihan sama sekali Allah tidak menghinakanmu.
Allah maha tahu sedangkan pengetahuan kita terbatas, Allah lah yang paling sayang kepada diri kita, bahkan orang terdekat kita sekalipun -orangtua atau siapa saja- masih kalah sayangnya sama sayang Allah pada kita.
lantas apa yang membuat mu tidak menikmati hidup saat kamu tahu bahwa Allah sayang padamu?
Komentar
Posting Komentar