Banyak Anak Banyak (Rejeki) Lupa
Banyak orang bilang kalau banyak anak itu banyak rejeki, hmmm well ga sepenuhnya salah si. tapi kali ini aku mau bilang sisi salahnya, aku terlahir dari keluarga yang cukup ramai tujuh bersaudara. aku anak ke enam dari tujuh bersaudara. kami (perempuan) berjumlah lima orang diapit oleh dua saudara laki laki di awal dan akhir. ya si sulung dan si bungsu adalah laki-laki berjaga di pinggir untuk melindungi kami perempuan :)
banyak sekali hal menyenangkan yang aku rasakan sebagai orang yang terlahir di keluarga yang cukup ramai terlebih aku anak perempuan terakhir di keluarga. apa artinya itu? ya tentu saja aku jadi mendapat barang barang bersejarah lintas generasi dari seluruh kakak ku. sebetulnya tak jarang mereka memberikan barang mereka yang baru untukku, sebagai bentuk kasih sayang seorang kakak kepada adiknya. meski mereka begitu baik namun sering kali aku merasa bahwa aku lebih baik dari mereka. hey bukankah sifatku ini normal? tentu saja salah satu sifat manusia adalah sering merasa tidak cukup dan sedikit sekali bersyukur. ya aku si manusia normal itu.
selain mendapat barang barang bersejarah, hal menyenangkan lainnya punya beberapa kakak yang usianya tidak jauh berbeda. aku otomatis mendapat teman tanpa harus bergaul dengan orang lain (ansos detected) coba lihat di foto bisakah kalian mengira mana yang paling muda dan paling tua? sialnya aku anak terakhir, akan sangat menyakitkan kalau ada yang menunjuk aku terlihat sebagai anak pertama.
jadi apa salahnya memiliki anak yang banyak? salahnya terletak pada sang ibu. seringkali saat sedang asik melakukan sesuatu salah satu dari kami dipanggil dengan nama yang lain. kalau tidak menghampiri takutlah aku jadi anak durhaka, kalau menghampiri biasanya target sesungguhnya bukan aku. di situasi yang lain seringkali ia memanggil dengan lantang sebuah nama lalu aku tidak menghampiri dan sialnya saat itu sesungguhnya aku yang di panggil.. seiring beretambahnya usia kami kami yang masih belajar menjadi bagian dari sebuah keluarga yang ramai ini seringkali menghampiri ibu kami walaupun bukan nama kami yang di panggil.
jadi apa sebetulnya yang salah memiliki banyak anak? jawabannya tidak ada. selama orang ua dan anak bekerjasama dan saling belajar untuk menjadi bagian dari sebuah keluarga agar menjadi keluarga harmonis yang tidak hanya bersama di dunia tapi juga berusaha agar bisa bersama-sama di jannah-Nya kelak.
Komentar
Posting Komentar